oleh

Banit Binmas Enrekang Sambangi Tukang Ojek, Tidak Cukup Asal Menggunakan Helm, Bisa Fatal Kalau Lupa Ini Kata Pak Binmas

Tribratanewsenrekang.com– Sat Binmas Polres Enrekang Polda Sulawesi Selatan menyapa dengan slogan senyum sapa salam dalam kegiatan sambang terhadap komunitas Ojek sekitaran Rumah sakit massenrempulu Enrekang (05/10/22) pukul 10.00 Wita

Sat Binmas Polres Enrekang melalui Briptu Dermawan dalam Kegiatan sambang kamtibmas di Kelurahan galonta Kecamatan Enrekang sebagai bentuk relasi kamtibmas sat Binmas dan masyarakat yang khusunya komunitas ojek yang ditemui di depan rumah sakit Massenrempulu

Briptu Dermawan dalam kegiatan dialogis menyangkut penyesuaian kenaikan harga BBM yang di sampaikan kepada komunitas ojek dan juga tidak lupa mengingatkan untuk sealu mematuhi aturan tertib lalulintas dan salah satunya penggunaan helm yang benar agar penmbonceng konsisten menerapkan dan mendapatkan manfaatnya sebagai preventif dari resiko buruk jika terjadi kecelakaan lalu lintas yang sama sama kita tidak harap namun sewaktu waktu bias saja terjadi

“Jadi memang tidak cukup sekedar memakai helm, yang tidak kalah pentingya dengan penggunaan helem adalah tujuan kita pakai helem,”Imbuhnya

Menurut Briptu Dermawan, benturan keras yang menghantam kepala, pasti secara spontan akan merusak struktur kepala dan berpotensi mematikan. Untuk itu, sangat penting helm selalu dikenakan berikut tali pengikatnya. Kalau tali dagu diikat, potensi helm terlepas dari kepala semakin kecil. Jadi, perlindungan helm terhadap kepala menjadi semakin maksimal.

“Jadi memang tidak cukup sekedar memakai helem, yang tidak kalah pentingya dengan penggunaan helem adalah tujuan kita pakai helem,”Imbuhnya

Itulah pentingnya selalu mengenakan helm sampai ‘klik’. Maksudnya, setiap pemotor atau penumpangnya yang berkendara di jalan raya harus selalu mengenakan helm dan mengikat tali dagunya.

Kalau cuma mengenakan helm tanpa mengikat tali dagunya, ketika kita jatuh dari motor, helm berpotensi terlepas. sehingga fungsi helm yang seharusnya melindungi kepala ketika jatuh jadi tidak maksimal lagi. Benturan kepala dengan benda keras bisa jadi tak terhindarkan. Risikonya lebih parah kalau kepala terbentur benda keras seperti aspal.

“Pastikan perangkat keselamatan seperti helm sudah terpasang dengan benar, ingatkan juga penumpang jika pemasangannya belum benar, pastikan di klik,” kata Briptu Dermawan

Briptu dermawan benturan keras yang menghantam kepala, pasti secara spontan akan merusak struktur kepala dan berpotensi mematikan. Untuk itu, sangat penting helm selalu dikenakan berikut tali pengikatnya. Kalau tali dagu diikat, potensi helm terlepas dari kepala semakin kecil. Jadi, perlindungan helm terhadap kepala menjadi semakin besar

“Jangan memakai helm hanya karena takut petugas/polisi tapi pakailah karena unsur kebutuhan akan keselamatan. Saling mengingatkan antara pengendara rekan rekan kerja kita dan penumpangnya juga dalam mengenakan helm. Pastikan helm terpakai sempurna, diikat/diklik. Pilih helm yang SNI sebagai bagian sertifikasi dan standar nasional dalam negeri. Helm tidak menjamin keselamatan saat terjadi benturan tapi mereduksi atau kata kita menurungkan potensi cedera berlebih pada kepala,” jelas Briptu Dermawan.

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *