oleh

Mediasi Kasus Perkelahian Kelompok Antar Desa Di Kecamatan Malua

Tribratanewsenrekang.com — Pertemuan dan Mediasi Antara Aparat pemerintah ,Tokoh masyarakat dan Pemuda dari Desa Kolai dan kelurahan Malua atas   khasus penganiayaan dengan No:   LP/ 07 / VIII/ Polda Sus-Pel/Polres Enrekang/Polsek Malua tanggal 23 Agustus 2019 Atas nama pelapor RIFKI PRATAMA Bin IKSAN Umur 22 Tahun, Alamat Malua Kel  Malua Kec. Malua dan terlapor Muhammad Bahrun dan Arnas Pratama alamat kolai Desa Kolai kec. Malua.Rabu(28/08/19).

Pertemuan Dan Mediasi tersebut di pimpin Oleh Kapolsek Malua AKP SUDARMAN ,SE Bersama Kanit Reskrim Polsek Malua BRIPKA HABIR ,SH Yang di laksanakan di Polsek Malua.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh sekdes Kolai ,masing-masing orang tua yang terlibat ,Pihak pelapor dan pihak terlapor.

Hasil yang di capai :

1. Kami pihak pertama Memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak kedua atas segala kehilafan yang telah melakukan penganiayaan kepada pihak kedua dan telah menyadari bahwa perbuatan kami tersebut adalah salah dan melanggar hukum.

2. Kami selaku pihak pertama berjanji tidak akan lagi melakukan perbuatan yang melanggar hukum baik kepada pihak kedua maupun kepada orang Lain. Dan jika kemudian hari kami dari pihak pertama melakukan perbutan yang melanggar hukum, baik kepada pihak kedua maupun kepada orang lain maka kami bersedia di proses sesuai dengan hukum yang berlaku.

3. Saya selaku pihak kedua menerima permohonan maaf dari pihak pertama dan berharap agar pihak pertama benar-benar menyadari perbuatanya tersebut dan tidak melakukan lagi perbuatan yang melanggar hukum baik kepada kami selaku pihak kedua maupun kepada orang lain.

4. Apabila di kemudian hari kami dari kedua belah pihak melakukan perbuatan yang melanggar hukum maka kami bersedia di proses sesuai hukum yang berlaku.

Kesimpulan:

1. Bahwa dari hasil mediasi koordinasi tersebut kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

2. Mediasi di lakukan untuk menghindari terjadinya konflik berkepanjangan yang dapat melibatkan dua desa.

3. dari hasil mediasi tersebut dinyatakan berhasil yang dapat menyelesaikan permasalahan kedua belah pihak dan juga dapat mencegah terjadinya konflik antara dua desa.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *