oleh

Siaga Hadapi Potensi Bencana, Polres Enrekang Bersama Pemda dan Instansi Terkait Lakukan Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana

Tribratanewsenrelang.com, Enrekang – Dalam rangka mengantisipasi bencana alam tahun 2022, Wakil Bupati Enrekang Asman, SE memimpin langsung apel gelar pasukan wilayah Kabupaten Enrekang yang dilaksanakan di depan Kantor Bupati Enrekang, Kamis (17/11/2022).

Apel tersebut dihadiri Forkopimda dan sejumlah pejabat OPD terkait dan Para PJU Polres Enrekang serta Kapolsek Jajaran Polres Enrekang, Sedikitnya 350 pasukan yang terdiri dari TNI/Polri, BPBD, Satpol PP Damkar, Dinkes, Dishub, Dinsos/Tagana dan Saka Bhayangkara mengikuti Apel Siaga Bencana Tahun 2022.

sambutan Wakil Bupati Enrekang Asman, SE mengatakan, Apel Siaga Bencana 2022 merupakan suatu forum kegiatan antar lembaga pemerintah, non pemerintah, masyarakat dan lembaga usaha untuk kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Kegiatan ini juga sebagai sarana untuk mengumpulkan kapasitas daerah, sarana dan prasarana logistik termasuk sumber dana dari berbagai unsur, untuk menguji kemampuan dan ketrampilan dalam memobilitasi sumber daya serta pengoperasian sarana dan prasarana penanggulangan bencana.

Dirinya berharap, apel siaga bencana ini bukan hanya kegiatan seremonial belaka, tetapi merupakan manifestasi kesiapan Pemerintah Daerah, TNI, Polri maupun berbagai komponen masyarakat dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan apabila terjadi bencana.

“Kita semua menyadari, bahwa bencana alam memang tidak dapat ditolak. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana upaya kita semua untuk dapat meminimalisir dampak yang mungkin terjadi akibat bencana tersebut atau yang biasa disebut dengan mitigasi bencana,” katanya.

Lanjut Kapolres Enrekang menagatakan, hendaknya pihak-pihak terkait dapat memberikan berbagai informasi kepada warga, khususnya masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana. Sehingga masyarakat akan memahami apa-apa yang harus dilakukan, apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.

“Wilayah Kabupaten Enrekang apabila ditinjau dari aspek geografis memiliki potensi terjadi bencana alam yang cukup tinggi, terutama tanah longsor, banjir dan angin puting beliung. Meskipun bencana tersebut tidak diharapkan, namun perlu untuk tetap siap siaga dan selalu waspada apabila sewaktu-waktu hal itu terjadi,” Jelas AKBP Arief Doddy.

“Untuk itu penanggulangan bencana alam bukan hanya tugas Pemerintah Daerah, TNI, Polri, SAR maupun instansi terkait semata, namun kita semua harus menyadari, bahwa tanggap bencana merupakan panggilan kemanusiaan dan menjadi tanggung jawab kita bersama selaku masyarakat Kabupaten Kabupaten Enrekang,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *